YANARDIAN AGRIANTO

My self, My Opinion, My Knowledge, simply … My blog.

ASON sebagai routing SDH di backbone network

Teknologi backbone merupakan teknologi yang digunakan di core network maupun metro network. Teknologi backbone harus memiliki kehandalan yang tinggi, seperti menjamin kecepatan transmisi, fleksibilitas dalam perubahan network, dan memiliki kemampuan redundancy. Hal ini penting karena backbone merupakan kumpulan bandwidth dari aplikasi-aplikasi di network bawahnya (access network).

Dengan semakin meningkatnya layanan/service yang diberikan operator telekomunikasi kepada pelanggan, kebutuhan bandwidth juga semakin meningkat. Sehinga, untuk melayani services seperti triple play, Video On Demand (VOD), IPTV, VoIP dan sebagainya, operator telekomunikasi membutuhkan transport service yang lebih besar, cepat dan memiliki redundancy jika terjadi masalah di dalam network.

Teknologi SDH yang sudah banyak digelar menjamin kecepatan, namun kurang dalam masalah redundancy. Yang disediakan di dalam SDH hanya kemampuan untuk protection. Permasalahannya adalah apa yang akan terjadi jika protection yang diberikan juga mengalami gangguan? Di sisi lain, teknologi router dalam IP backbone memungkinkan untuk melakukan redundancy ke banyak route. Sehingga jika perangkat backbone mengalami gangguan, masih banyak cadangan rutenya (multi fault handling).

Bagaimana kalau perangkat backbone yang kita punyai atau yang akan kita bangun merupakan network SDH? Sementara kita menginginkan backbone tersebut mempunyai redundancy ke banyak rute, sehingga kehandalannya bisa terjamin?

Saat ini ada teknologi ASON (Automatically Switched Optical Network) atau disebut juga ASTN (Automatically Switched Transport Network) yang memungkinkan penambahan fasilitas routing pada perangkat SDH. Teknologi ASON merupakan intelegent network dimana secara otomatis mengoptimalkan routing dalam interconnection SDH dan juga utilisasi bandwidth. Istilah ASON berasal dari ITU yang mendefinisikan architecture-nya, sedang kemampuan dalam routing (control/data palane) berasal dari standar IETF.

Pembagunan perangkat ASON dilakukan di settiap node backbone SDH, dengan melakukan update data dan pemberian nilai cost untuk routing. Update data dilakukan dengan memperhatikan koneksi secara fisik antar node yang ada. Dan pemberian cost dilakukan berdasarkan kondisi network yang ada (bandwidth utilization, reliability maupun kondisi fisiknya).

gambar1. cara kerja ASON

Cara kerja ASON sangat sederhana. Pada gambar 1 dapat dilihat data informasi routing dari A ke F dan cost yang diberikan di tiap route. ASON akan memilih nilai cost yang paling rendah sebagai jalur menuju node tujuannya. Jika jalur yang dipilih mengalami gangguan, pada jalur tersebut diberikan nilai cost yang tinggi (misalnya 100) dan ASON mencari route baru berdasar cost terendah berikutnya. Sehingga, walaupun terjadi banyak gangguan, bacbone masih bisa menggunakan network cadangan yang ada.

Teknologi ini sangat berguna jika topologi network backbone (core maupun metro) yang dibangun menggunakan tipe mesh (full/partial). Topologi ini memungkinkan setiap node berhubungan secara langsung dengan node-node yang lain. Sehingga memiliki banyak alternatif rute jika backbone network mengalami multiple fault. ASON menggunakan sistem restoration atau protection and restoration combined (PRC) sebagai fault handling-nya.

Sedangkan topologi backbone network saat ini masih banyak menggunakan topologi ring dimana proses redudancy menggunakan sistem protection (SNCP/MS-SPRING). Sehingga tidak memungkinkan memiliki multiple fault handling.

Beberapa keunggulan dari ASON (menggunakan network topologi mesh) dibandingkan network SDH existing saat ini adalah :
- High availability, dengan kemampuan multiple protection
- High flexibility dalam penggunaan rute
- High scalability, tiap node bisa upgrade secara independent
- Effiesen dalam penggunaan bandwith
- Maintenance cost yang rendah

Contoh pemanfaatan teknologi ASON untuk mobile network adalah untuk menghubungkan antar node MSC (Mobile Switching Center). Sehingga jika ada jalur antar MSC yang drop, bisa dilewatkan melalui jalur yang lain untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Selain itu, ASON bisa digunakan sebagai teknologi di backbone dengan aplikasi-aplikasi yang sensitif terhadap fault (misal. VoIP, aplikasi perbankan, maupun aplikasi real-time)

Beberapa contoh vendor dengan product ASON/GMPLS antara lain: Alcatel 1678 MCC, Ciena CoreDirector, Ericsson OMS3250, Lucent LambdaUnite MSS, Nortel Optical Cross Connect HDX dan masih banyak lagi (sumber: www.currentanalysis.com)

Filed under: wireline technology

3 Responses

  1. Muhamad Tomi Haetami says:

    Dengan hormat,
    Sy sgt tertarik dgn teknologi ASON. Sy ingin bertanya, apa kekurangan dari ASON? di negara mana saja ASON sudah diterapkan? Tlg Minta referensi ttg ASON lbh bnyk, terutama yang berbahasa Indonesia.
    Terima kasih :)

  2. myturasto says:

    Manthab sekali Bapak ini…

    turasto.com

  3. trikushartadi says:

    di indonesia 2 operator besar sudah memakai system ason untuk alcatel…

Leave a Reply